Hadang Pengguna Jalan Minta Sumbangan Bukan Budaya Aceh

by Admin
img


Sehubungan dengan  judul diatas  berkenaan dengan “Hadang Pengguna Jalan Minta Sumbangan  Bukan Budaya Adat “yang disiarkan oleh Harian Waspada tanggal Senin  12 Juni 2017 , halaman B 10, kolom 3 , Kiranya perlu mendapat pehatian masyarakat luas, semoga usaha-usaha berbuat baik bidang amal (fastabiqul khairat dan sadaqah jariyah) dalam membangun tempat-tempat ibadah atau bidang-bidang agama lainnya, dapat terlaksana dengan baik, ikhlas , tulus dan merasa tak ada tekanan dalam memberi/ mencari derma/ sumbangan dalam pandangan umum, perlu diakaji ulang dan diatur.

Hal terpenting lainnya adalah melakukan sumbangan dana pada jalan raya dengan membangun hambatan-hambatan, perlu ditinjau ulang oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Kita pahami bersama bahwa jalan raya adalah untuk kepentingan lalu lintas umum yang sangat penting dan lancar. Hak-hak pada jalan raya tidak boleh ada halangan, dengan  berbagai rintangan di jalan,  sehingga menggangu kepentingan umum dan dapat berbahaya, kecuali yang bersifat wajib untuk kesemalatan umum. Pada sisi lain manusia petugas mengumpul sumbangan yang berdiri di jalan dekat atribut melambatkan kenderaan, sangat rawan kecelakaan dan kesehatan, karena berdiri dijalan dalam keadaan angin, masuk debu dan terkontaminasi dengan gas minyak dan panas terik matahari/ hujan lainnya, perlu dilakukan ulang kaji tentang sistem itu. Kesemuanya ini tentang cara pengumpulan derma melalui jalan raya, disamping beberapa resiko tersebut diatas juga dapat mengurasi rasa martabat nilai-nilai kehormatan adat budaya dan rasa keikhlasan dan kesadaran dalam mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam arti yang lebih luas.  Semoga menjadi perhatian.


Share this article