“Karya Monumental Tokoh Adat Aceh dan Budayawan Melayu”

by Admin
img

Penulis: Ismail

Buku dengan judul Nilai- nilai Adat Aceh Sebagai Potensi Spirit Pembangunan Kesejahteraan karya H. Badruzzaman Ismail, S.H., M.Hum  Ketua Majelis Adat Aceh Provinsi Aceh , diulas pada Seminar Bedah Buku “Karya Monumental Tokoh Adat Aceh dan Budayawan Melayu” di Universitas Iskandar muda Banda Aceh bekerja sama dengan Sekretariat Majelis adat Aceh. Seminar yang berlangsung pada Senin (2/7) di Aula Universitas tersebut.

Pada seminar bedah buku itu turut menghadirkan enam pembicara.  H. Badruzzaman Ismail, S.H., M.Hum  selaku Ketua Majelis Adat Aceh,  Harun Keuchik Leumiek Sebagai tokoh penyelamat warisan budaya Aceh,  Prof. Yusni Saby, MA.Ph.D , Dra. Rosmawardani, SH.MH.,  Drs. H.A. Malek Raden, MM selaku Ketua YPTI., Prof.Dr. Syafei Ibrahim, M.Si. sebagai Rektor.

Pada kesempatan itu pula, Harun Keuchik Leumiek Sebagai tokoh penyelamat warisan budaya Aceh , selaku pembedah lebih menyoroti tentang salah satu hal yang banyak dibahas dalam buku tersebut. Menurutnya, buku karya Ketua MAA ini Sebuah karya yang langka mengingat generasi Aceh saat  ini sedang dihantam oleh Teknologi Informasi yang tidak memiliki filter. Dan beliau lebih banyak mengulas mengenai isu pendidikan.

Sebagai pembedah pertama, menurut  , H. Badruzzaman Ismail, S.H., M.Hum  buku  Nilai- nilai Adat Aceh Sebagai Potensi Spirit Pembangunan Kesejahteraan merupakan buku yang merupakan  potensi Spirit Berkelanjutan ini merupakan suatu informasi dan rekomendasi untuk masyarakat Aceh dan pemimpin Aceh  berikutnya. Pasalnya, Adat Aceh mulai terkikis perlahan demi perlahan  akibat  konflik Aceh yang berkepanjangan dan Tsunami yang melanda Aceh dan harus disikapi oleh semua elemen secara bijak.

Selanjutnya, perihal budaya Aceh yang mulai bercampur  dan mengalami modifikasi yang berbentuk aspal, asli tapi palsu. menurut  Harun Keuchik Leumiek merupakan upaya melakukan penghilangan adat aceh untuk itu melalui pendidikan agama, merupakan salah satu Filter yang ampuh Hal itu,  diharapkan agar masyarakat aceh terlebih lagi generasi penerus aceh kedepan mendapatkan bekal kecerdasan ilmu pengetahuan dan ilmu agama serta menjunjung tinggi Adat Aceh.

Usai pemaparan dari para pembedah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi itu, antusias peserta seminar sangat tinggi. Hal itu terlihat dari banyak pertanyaan yang muncul mengenai berbagai hal. Diantaranya isu mengenai budaya kawasan setempat, perubahan pola pikir tentang Adat, cara membangun generasi yang berlandaskan agama Islam dan adat Aceh.


Share this article