Kayu Yang Digunakan Untuk Membuat KAPAI LAOT DAN PERAHO Di Aceh

by Admin
img


Penulis :    Miftach Cut Adek,SE, M.Si

 

Kapal dan perahu adalah model transportasi yang sudah ada sejak dahulu. Kapal digunakan bukan hanya untuk alat pengangkut manusia saja, tetapi kapal juga bisa digunaka untuk mengankut logistik atau kebutuhan manusia itu sendiri. Demikian juga kapal kayu yang sejak dahulu sampai sekarang digunakan. Kapal kayu adalah kapal yang kontruksinya berasal dari kayu mulai dari lunas, gading dan semua bagian-bagiannya.

 

Kayu yang digunakan harus memiliki kualitas pengawetan, Pengawetan adalah  daya tahan kayu terhadap serangan hama yaitu serangga dan jamur dan kualitas kekuatan, Kekuatan adalah daya tahan kayu terhadap kekuatan mekanis dari luar, antara lain : daya dukung, daya tarik, daya tahan dan sebagainya. Kayu yang digunakan dalam pembuatan kontruksi kayu digolongkan kepada kualitas kelas awet dan kualitas kelas kuat. Kualitas Kelas Awet adalah tingkat kekuatan alami sesuatu jenis kayu terhadap serangan hama dinyatakan dalam kelas awet I, II, III. Makin besar angka kelasnya makin rendah keawetannya. Sedangkan kualitas Kelas Kuat adalah tingkat ketahanan alami suatu jenis kayu terhadap kekuatan mekanis (beban) dinyatakan dalam Kelas Kuat I, II, III, IV dan V. Makin besar angka kelasnya makin rendah kekuatannya.

 

Kayu merupakan hasil hutan dari kekayaan alam, merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat sekaligus, yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pengertian kayu disini ialah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pemungutan pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah diperhitungkan bagian- bagian mana yang lebih banyak dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan penggunaan. Baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industri maupun kayu bakar (Dumanauw.J.F,1990).

 

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, bahan untuk pembuatan kapal dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya. Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang. Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan (Fengel.D, 1995).

 

Selama periode prasejarah dan sesudahnya kayu tidak hanya digunakan untuk bahan bangunan tetapi juga semakin penting sebagai bahan mentah kimia untuk pembuatan arang (digunakan dalam peleburan besi), ter dan getah (digunakan untuk mengawetkan dan melapisi lambung kapal), dan kalium (digunakan dalam pembuatan gelas dan sebagai bahan pemucat kain dan tekstil kapas). Namun disisi lain kayu merupakan bahan dasar yang sangat modern. Kubah-kubah kayu yang besar dan perabot rumah yang indah membuktikan kagunaan dan keindahannya. Bahkan dalam bentuk alih seperti kayu lapis, papan partikel dan papan serat, kayu telah menjadi bahan bangunan yang berharga. Disamping itu, kayu merupakan bahan dasar pulp dan kertas, serat, film, aditif, dan banyak produk-produk lain (Haygreen.J.G, 1987).

 

Berikut ini disajikan jenis-jenis kayu yang digunakan untuk konstruksi kapal kayu khususnya di Aceh.

 

1. Kayee Bak Mane (kayu Laban)

Kayunya berwarna kunin dan memiliki serat yang halus. Sering disebut dalam Bahasa Aceh Bak Manee. Kayu laban ini di gunakan pada tulang kapal atau kerangka kapal dengan kelas awet I dan kuat I.

 

2.Kayee Meuranti mirah

Meurante Mirah (Meranti Merah) adalah nama sejenis kayu pertukangan yang populer dalam perdagangan.

Berbagai jenis kayu meranti dihasilkan oleh marga Shorea dari suku Dipterocarpaceae. Meranti Merah biasa digunakan untuk dek kapal, di daerah Aceh Barat kayu ini sangat sering digunakan dalam pembuatan kapal kayu karena kualitasnya bagus.

 Kayu terasnya berwarna merah muda pucat, merah muda kecoklatan, hingga merah tua atau bahkan merah tua kecoklatan. Menurut kekuatannya, jenis meranti merah dapat digolongkan dalam kelas kuat II-IV, sedangkan keawetannya tergolong dalam kelas III-IV.

 

3. Bak Thu (Kayu Giam)

Pohon Giam (Bak Thu) merupakan  pohon yang memiliki tinggi 35-40 m dengan panjang batang bebas cabang 10-25 m. Kulit luar berwarna kelabu, kelabu-coklat, coklat muda, coklat sampai coklat tua atau merah.kayu ini biasa digunakan pada kapal yaitu pada bagian lunas kapal, bantalan mesin dan nagan-nagan kapal. Giam memiliki kualitas awet I dan kuat I.

Kayu teras berwarna kuning-coklat muda atau kuning-coklat semu-semu kelabu atau kelabu coklat muda yang lambat-laun berubah menjadi coklat tua bahkan hampir hitam. Giam mempunyai batas yang jelas dengan kayu teras, berwarna kekuning-kuningan sampai coklat muda, lebar 1-8 cm, biasanya 4 cm. Tekstur Tekstur kayu halus dan merata. Arah serat Arah serat lurus kadang-kadang agak berpadu. Kesan raba permukaan kayu licin.

 

4. Kayee Semantok (Kayu Semantok)

 Kayu Semantuk memiliki kekuatan dan keawetan yang tinggi, kayu ini dipergunakan untuk konstruksi berat, terutama jika berhubungan dengan keadaan yang lembab dan berhubungan dengan tanah. Jenis kayu ini juga banyak digunakan untuk membuat kapal kayu di aceh, semantuk biasa digunakan sebagai bantalan kapal (logor).

 

5. Kayu Bungur ( Bak Bungur )

Pohon ini memiliki tinggi dapat mencapai 800 meter, batang bulat dengan warna kayu berwarna kecoklatan, sampai coklat muda.bungur memiliki kelas awet I,II dan kelas kuat I,II. Pada kapal bungur biasa digunakan pada bagian lunas kapal serta pada bagian draf kapal.

 

6. Bak Jalo (Kayu Bedaru)

            Kayu Bedaru atau yang dikenal dalam bahasa acehnya Bak Jalo merupakan kayu yang biasa digunakan pada kapal, di bagian lunasnya. Kayu bedaru memiliki kelas awet I dan kelas kuat I. Hanya saja kayu ini memiliki berat jenis yang besar yaitu 1,84. Sehingga tidak semua daerah aceh membuat lunas kapal dengan menggunakan kayu ini.

 

 

7. Kayu Bangkirai

            Kayu Bangkirai merupakan jenis kayu yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca sehingga kayu ini sering digunakan untuk konstruksi berat,salah satunya dalam pembuatan kapal kayu bangkirai sering digunakan untuk bantalan dan lantai kapal.kayu bangkiarai memiliki kelas awet I,II,III dan kelas kuat I,II.

Share this article