MAA Aceh Gelar Sosialisasi Adat Di Aceh Jaya

by Admin
img

Penulis : Ismail

Guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam menyelesaikan sengketa gampong, Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh menggelar sosialisasi adat bagi para keuchik dan perangkat gampong. Acara yang berlangsung di Kabupaten Aceh Jaya kota Calang selama dua hari (8-9 Mei 2018) ini, dibuka oleh Kepala Sekretariat  Majelis Adat Aceh Aceh Jaya Jakfar A.MA. pd.


Selain menghadirkan narasumber dari kalangan MAA, pihak panitia juga menghadirkan pemangku MAA Provinsi Aceh Adapun materi yang diberikan seputar melestarikan Adat bersendi Syariat Menuju Aceh Hebat


Ia menambahkan, hukum adat lahir dan tumbuh dari masyarakat untuk menjaga dan melindungi kelestarian alam serta melindungi kepentingan banyak orang. “Hukum adat Aceh tidak terlepas dari nilai-nilai keislaman yang telah ada sejak dahulu. Dan untuk menjaganya harus dimulai dari dalam rumah tangga kita masing-masing,” katanya.

“Karena itu telah dibakukan pula dalam sebuah hadits maja ‘Adat bak Poeteumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Lakseumana’,” sebutnya lagi.

 

Bagi masyarakat Aceh, sebutnya, adat dan agama tidak dapat dipisahkan. Hal ini berdasarkan suatu pernyataan yang bersumber dari orang-orang bijak dahulu yang menyatakan bahwa “Adat ngon hukom (agama) lage zat ngon sifeut”. Adat bersumber dari syara, dan syara bersumber dari Kitabullah (Kitab Allah).


Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan kepala Sekretariat MAA Calang Jakfar menyebutkan sosialisasi adat  ini sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan dan melestarikan Adat bersendi Syariat. hukum adat Aceh dan bentuk proses pewarisan kepada generasi selanjutnya.


“Sejarah telah membuktikan peran adat dalam memelihara kerukunan hidup, kedamaian dan ketenteraman dalam masyarakat Aceh. Masa keemasan Kerajaan Aceh diraih saat fungsi dan peran adat dalam masyarakat sangatlah besar. Untuk itu, perlu terus dilestarikan kembali adat dan kebudayaan yang menjadi bingkai kehidupan dan tatanan masyarakat Aceh.”


Melalui sosialisasi ini pula, pihaknya berharap para peserta dapat memahami berbagai hukum adat yang terdapat di Aceh. “Dan yang terpenting hukum adat harus dapat dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat di gampong-gampong, sehingga dengan sendirinya Hukum Adat tersebut dapat terwariskan kepada generasi selanjutnya,” pungkasnya.


Turut hadir pada acara pembukaan sosialisasi adat tersebut antara lain pemangku majelis adat aceh provinsi Aceh Azhari Basyar, Malek Musa.


 


Share this article