MAA Bekali Perangkat Adat Dengan Pelatihan Tot Seumapa se- Aceh Tahun 2018

by Admin
img

 

Rilis: Roy Satriadi

Seumapa adalah sebuah adat berbalas pantun dalam Bahasa Aceh. Untuk setiap daerah di Aceh berbalasa pantun ini ada dengan nama-nama yang berbeda. Pada tahun ini pelatihan seumapa di laksanakan di kabupaten Abdya dan TOT Seumapa di Hotel Grand Nanggroe 6 sampai 7 September 2018. Dilihat dari istilah kata-kata Seumapa, dapat dipastikan bahwa kata-kata tersebut berasal dari pemahaman “sapa-menyapa”. Oleh karena itu, Seumapa sebagai salah satu acara, pada upacara adat Intat Linto, adalah saling memberi salam, dan bertukar informasi, antara kedua pihak. Ujar Usman S,sos. M.Si.

Hal ini merupakan kebiasaan orang Aceh yang bila datang ke sebuah rumah atau suatu tempat, selalu penuh dengan sopan santun dan memuliakan masyarakat setempat. Begitu pula sebaliknya sebagai orang yang punya tempat, akan menyambut baik bila didatangi dan dikunjungi oleh tamu, sepanjang tamu tersebut datang dengan penuh sopan santun pula. Saat ini acara Seumapa pada upacara Intat Linto atau Preh Linto sudah sangat jarang ditemukan. Hal ini disebabkan generasi sekarang sudah kurang menaruh perhatian terhadap adat dan budaya warisan leluhur. Disamping itu kader-kader yang mampu dalam seni Seumapa sudah sangat langka. Memang pada beberapa daerah masih ditemui satu atau dua orang yang mampu dan cukup lihai dalam Seumapa, tapi rata-rata mereka sudah berusia cukup tua. Tidak pernah terlahir lagi kader-kader Seumapa dari generasi muda.

Untuk mengatasi kelangkaan itu, maka dilakukan rekruitmen bagi generasi mudanya. Dalam acara rekruitmen pelatihan “Narit Maja/Seumapa” angkatan I & II se- Aceh 23 Kabupaten Kota, baru-baru ini, Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh Provinsi Aceh Usman mengatakan, melalui pelatihan rekruitmen pembacaan Narit Maja/Seumapa diharapkan, masyarakat Aceh mau melakukan kegiatan adat serta melestarikannya, khususnya adat Seumapa. Menurutnya, apabila hal demikian dibiarkan tanpa kepedulian, sungguh sangat disayangkan, adat Seumapa ini, pada suatu saat akan punah dan lenyap sama sekali, maka dengan adanya ada pelatihan ini kita kembangkan kembali biar Masyarakat Aceh menjadi familiar kembali dan adat ini hidup di tenga-tengah masyarakat Aceh baik yang berdomisili di Aceh maupun luar Aceh.

 

Generasi kedepan tidak tahu lagi, tidak mengerti dan tidak pernah menyaksikan apa dan bagaimana sebenarnya Seumapa pada sebuah perhelatan perkawinan dalam adat Aceh terutama pada kegiatan Intat Linto. Padahal kalau dilihat dari segi filosofi dan makna yang terkandung dalam acara tersebut sangat baik dan menarik, penuh dengan nasihat dan dakwah, serta mengandung nilai seni sebagai sebuah hiburan bagi masyarakat. Ujar Medya Hus, yang menjadi fasilititator nantinya. Pelatihan TOT yang berlangsung selama dua hari penuh ini akan diisi oleh 4 Narasumber pada hari pertama, dan hari kedua diisi dengan praktek langsung dengan fasilitator dari Tim Sueng Seumalakoe Aceh.

 

 

 

 

 

Share this article