MAA gelar Halal bihalal 1438 H

by Admin
img

Dalam rangka menjalin silaturrahim antar Pemangku,Pengurus dan pegawai Majelis Adat Aceh (MAA)  menggelar acara halal bihalal Idulfitri 1438 Hijriah, yang berlangsung pada Selasa Tanggal 04 Juli 2017 bertempat di Ruang Duek Meusapat Sekretariat MAA dalam acara tersebut di hadiri H. Badruzzaman Ismail, SH,M.Hum (Ketua MAA), Tgk. H. A.Rahman Kaoy (Waka 1 MAA), Daud Yusuf (Waka II MAA), Nyak Umar, SE (Kasek MAA) Asisten 2 Gubernur Bapak Drs. Syaiba Ibrahim (Mantan Kasek MAA), H. Harun Geuchik Leumik (Penasehat MAA), para Pemangku, Pengurus dan Staf Karyawan/i Majelis Adat Aceh provinsi Aceh.

Ketua MAA H. Badruzzaman Ismail, SH, M.Hum Dalam sambutannya mengatakan bahwa hikmah Idul Fitri adalah kembali ke fitrah. “Ibarat bayi yang baru dilahirkan lagi dan diibaratkan kain  yang masih bersih, kita hidup di dunia ini mempunyai dua hubungan yaitu hubungan dengan Allah SWT hubungan Hablum minallah dan hubungan sesama manusia yaitu Hablum minannas, dalam hubungan antara manusia upayakan sebisa mungkin jangan menciptakan kelompok-kelompok dalam pertemanan baik dilingkungan kantor maupun dilingkungan rumah anda. Dalam hidup ini kita harus ada etika untuk pedoman hidup kita.

Kita harus mengikuti peraturan yang berlaku baik peraturan di kantor untuk kebersamaan kita sehingga terciptanya program-program dan pekerjaan yang berkualitas untuk kemajuan lembaga kita.Pemimpin itu merupakan amanah dari Allah SWT dengan penuh tanggung jawab, saya sangat bangga dengan lembaga ini dengan adanaya lembaga ini saya sudah dapat mengikuti seminar ke Malaysia, Brunai Darussalam dan beberapa negara lainnya.

Dunia ini adalah  jalan menuju kedepan yaitu keakhirat dalam hal ini dengan kita membangun silaturrahmi dan mengimentasikan nilai kebersamaan Rasullah berpesan sebaik-baik manusia yaitu manusia yang memberikan pencerahan kepada orang lain. Apabila anda ingin maju dan sukses maka perkayakan kawan, sahabat dan bangunlah komunikasi yang baik dengan mereka.

Hikmah Puasa

menjelaskan bahwa keberhasilan ibadah puasa tidak hanya dilihat hanya ketika proses puasa itu berlangsung, tapi juga harus dilihat setelah puasa berakhir, yaitu sekarang dan yang akan datang. “Ukuran keberhasilan ibadah shaum adalah ketakwaaan kita kepada Allah SWT,  sampai seberapa jauh  memberikan pesan-pesan dan dampak spritual dan dampak bagi peningkatan ketakwaan kita kepada Allah SWT

Menurut Alquran selain keimanan dan shalat yang mantap,  indikator ketakwaan  adalah kepedulian dan kesiapan mengorbankan apa saja yang menjadi potensi yang diberikan untuk dimanfaatkan menolong orang lain, baik berupa harta, tahta, ilmu pengetahuan, pengalaman, keunggulan, kekuatan, dan sebagainya. “Selain itu, orang bertakwa selalu siap memiliki kemampuan dalam pengendalian emosi kemarahan. Nabi pun berpesan agar hati-hati karena marah itu bagaikan api. “Nabi memberikan resep spritual ketika puncak marah, jangan mengeluarkan kata-kata apapun dan kemudian berucap istighfar.”

Penulis: Mayanti


Share this article