Putroe Phang MAA Lakukan Sosialisasi Adat di Pelosok Pantai Barat

by Admin
img

Sabtu, 13 Mei 2017, Ketua MAA Badruzzaman Ismail, dan ibu-ibu pengurus bidang Putroe Phang MAA Aceh, melakukan kunjungan ke salah satu gampong dari dua gampong yang akan dikunjungi pada dua kabupaten pantai Barat Aceh, yaitu Gampong Lhok Buya Aceh Jaya.

Kunjungan kali ini, mendapat respon antusias dari perangkat gampong dan masyarakat Gampong Lhok Buya. Di pintu gerbang meunasah dan ruang serbaguna yang ada dalam lingkungan meunasah, telah dipasang spanduk “Selamat Datang Ketua MAA Provinsi Aceh di Gampong Lhok Buya.” Begitu Ketua MAA turun dari mobil diikuti oleh ibu-ibu Putroe Phang, yang turut didampingi oleh Ketua MAA Kabupaten Aceh Jaya beserta jajaran pengurus, perangkat Gampong Lhok Buya langsung mengalungi kalung bunga pada Bapak Badruzzaman Ismail. Selanjutnya, rombongan dari provinsi digiring bersama ke dalam aula ruang pertemuan.

Ruang pertemuan yang telah didesain dengan pernik Aceh, seperti ija tabeng berwarna merah, hijau dan kuning yang menempel di dinding kian menguat atmosfer keacehan. Apalagi, Ketua MAA dan Ketua Putroe Phang didukkan bersama pada kasur yang telah dihiasi pernik Aceh berwarna merah dan emas, yang dikelilingi oleh perangkat adat Gampong Lhok Buya dan Pengurus MAA Kabupaten Aceh Jaya. Selain itu, turut hadir, duduk mengelilingi ruangan seperti Babinsa, BabinKantibmas, Camat, Ka Sekretaria MAA Kabupaten Aceh Jaya, dan Perangkat Gampong seperti Imeum Mukim, Imeum Meunasah dan Tuha Peut Gampong Lhok Buya.

Peserta yang hadir dalam rangka mengikuti sosialisasi adat mencapai ratusan orang. Karena itu, ruangan tampak berdesak-desakan. Apalagi, peserta didominasi oleh ibu-ibu yang sebagian besar membawa anak-anak mereka. Pun demikian, ruangan tengah sengaja dikosongkan, sehingga beberapa barang bawaan Putroe Phang, seperti idang, payung dan dua kado besar yang akan dihadiahkan pada masyarakat Gampong Lhok Buya diletakkan di sana. Selain itu, ruang tengah yang kosong memudahkan tim photografer dan tim perekam audiovisual dapat leluasa mengambil peristiwa dan setting acara ini.

Pembukaan acara diawali oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh remaja perempuan Gampong Lhok Buya. Kemudian, kata sambutan oleh Geuchik Lhok Buya, dan dilanjutkan kata sambutan sekaligus pembukaan kegiatan sosialisasi adat di Gampong Lhok Buya oleh Camat Kecamatan Setia Bakti. Kemudian, para peserta disuguhi kuliner khas Lhok Buya berupa kue dan kopi, yang telah dihidangkan di depan peserta, sembari mendengarkan acara lanjutan, yaitu orasi dan sosialisasi adat yang disampaikan oleh Ketua MAA, Bapak Badruzzaman Ismail selama hampir 60 menit. Dalam paparannya, Ketua MAA mengajak masyarakat Gampong Lhok Buya, untuk terus meningkatkan kepedulian serta kepekaan dalam rangka menjaga eksistensi nilai adat. Budaya berubah, namun nilai adat harus terus dipertahankan sebagai identitas papar Badruzzaman Ismail. Konsep pemulian jamee, serta menjunjung tamu seperti ini harus terus dijaga dengan menampilkan kesan baik. Pun demikian, menurutnya, ada yang berubah di Aceh Jaya, yaitu nuansa wangi buah kuini, buah khas Calang. Dulu, era 80 hingga 90-an, setiap ke Aceh Jaya, “kita selalu disuguhi wangi dan lebatnya buah kuini.” Karena itu, romantisme dan ciri khas Aceh Jaya, berupa tanaman kuini harus dikembalikan, jangan hanya ditumbuhi rawa sawit.

Selain itu, Ketua MAA juga mengajak masyarakat harus dapat menyesuaikan diri dengan globalisasi dan pasar yang kian ekspansif di Aceh. produk-produk lokal, seperti kuliner harus mampu masuk pasar global, dikemas dengan baik, sehingga dapat menjadi komoditi khas Gampong Lhok Buya. Jika tidak, kita akan terus dijajah oleh kuliner luar, yang dapat mengancam identitas dan nilai lokal kita. Karena itu, ke depan, suguhan kuliner lokal pada tamu tetap dilestarikan, dan konsep pengemasan produk lokal, termasuk lokal untuk masuk pasar harus dipikirkan.

Ketua Putroe Phang, ibu Zulhafah ikut menyampaikan orientasi kunjungan sosialiasi yang diinisiasi oleh bidang perempuan ini di lembaga MAA Aceh. Kunjungan ini, selain untuk merajut silaturrahmi dengan masyarakat gampong, juga bagian sosialisasi nilai-nilai adat di tingkat masyarakat gampong, sekaligus bentuk penegasan kepedulian MAA terhadap masyarakat Aceh, dalam rangka mengembangkan nilai adat hingga ke aras bawah. Pun demikian, Ibu Asma, pengurus bidang Putroe Phang, dalam orasi penutup menyampaikan filosofis sirih, yang harus tetap dipertahankan oleh masyarakat Aceh, dalam rangka memuliakan tamu. Menurutnya, sirih dalam banyak kegiatan selalu disajikan dalam dua bentuk, yaitu dirangkai dengan ragam bentuk dan dijadikan suguhan untuk dikunyah oleh tamu-simbol kebersamaan.

Acara sosialisasi ditutup dengan penyerahan cinderamata yang dibawa oleh rombongan pada tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan doa oleh Teungku Imeum Gampong, dan foto bersama sebagai dokumentasi antara pengurus MAA Provinsi, pengurus MAA Kabupaten Aceh Jaya, perangkat gampong dan masyarakat Gampong Lhok Buya.

Selanjutnya, Ketua MAA dan rombongan digiring naik ke balai gampong, di sana sudah disediakan makan siang, ragam kuliner lokal khas Gampong Lhok Buya, seperti Bu Kulah, Asam U, Kuah On Muroeng, Asam Keueung, Asam Udeung, dan Ikan Panggang Khas Aceh Jaya. Semuanya, telah dihidang melingkar memenuhi setiap sudut dan dinding balai.

Ada yang unik, dari cara makan para perangkat gampong di Gampong Lhok Buya. Terlebih dahulu, mereka mengambil sedikit garam dengan dua jari yang disediakan dalam setiap mangkok di depan jamuan, kemudian sebagian dari mereka mencicipi sedikit sambil mengucap doa, sebagian mengambil garam kemudian membuan keluar, dan sebagian mengambil menaruh dalam nasi yang akan dimakan. Praktik ini menarik, karena tidak lazim dilakukan oleh masyarakat lain.


Share this article